Satu lagi putra Smaker yang sukses dan tak melupakan almamaternya siapakah dia, beliau adalah SULDJA HARTONO yang sekarang menjabat sebagai Direktur PT Pupuk Kaltim yang putra asli Kertosono sekaligus mantan SMAN 1 KERTOSONO lulusan tahun 1980. Beliau lahir pada  29 agustus 1961. Sekilas informasi ternyata Pak Suldja ini sebelum menempuh pendidikan di SMAN 1 Kertosono beliau menempuh pendidikan SD (Sekolah Dasar) di SDN Patianrowo 1 pada tahun 1973 dan menempuh pendidikan SMP (Sekolah Menengah Pertama) di SMPN 1 Kertosono pada tahun 1976.

Beberapa bulan yang lalu Pak Suldja, begitu panggilannya hadir di sekolah kita ini dalam rangka memberikan motivasi atau semangat kepada anak-anak Smaker terutama  kakak-kakak kelas XII. Inilah bukti rasa pedulinya terhadap sekolah almamaternya. Dan betapa inginnya beliau menularkan pengalamannya sampai mencapai kesuksesan sekarang ini. Siapa sangka ternyata kesuksesan bisa berawal dari suatu keterbatasan. Ya, hal inilah yang dibuktikan oleh Bapak SULDJAH HARTONO.

Di massa SMA beliau siswa yang sangat aktif dalam organisasi, selain itu beliau juga merupakan siswa yang mudah bergaul dan di masa-masa SMA inilah beliau mempunyai cita-cita untuk meraih kesuksesan walupun pada saat itu beliau bukanlah berasal dari keluarga yang kaya, tetapi Pak Suldjah sendiri hanyalah berrasal dari keluarga yang sangat sederhana bahkan beliau pun bercerita bahwa pada saat sekolah banyak sekali kegiatan yang tidak bisa diikuti karena keterbatasan ekonomi dari keluarganya. Selain itu beliau pada saat sekolah sangat jarang sekali membawa tas, tetapi lebih suka menyulap mejanya menjadi almari pribadinya. Tetapi kesederhanaan inilah yang menjadikan beliau sebagai pribadi yang mandiri serta pribadi yang berani mempunyai cita-cita tinggi. Karena putera asli Kertosono ini yakin bahwa mimpi adalah awal dari suatu kesuksesan. Dan benar saja walupun dalam keterbatasan beliau berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya  pada tahun 1985.

Setelah lulus dari perguruan tinggi beliau mendapat pekerjaan di  pupuk kaltim yaitu salah satu perusahaan pupuk terbesar di Asia. Dan dari sinilah awal karier sukses beliau di mulai. Karena pada tahun 1995 beliau dikirim oleh perusahaannya untuk menempuh pendidikan S2 . dan siapa sangka sekarang beliau diangkat menjadi direktur di perusahaan tersebut.

Tapi tentu saja kesuksesan tersebut tidak didapatkan dengan mudah. Karena masa-masa muda, beliau bukanlah orang kaya tetapi beliau hanyalah berasal dari keluarga sederhanana. Tetapi hal tersebut tidak membuat beliau putus asa tetapi malah menjadi motivasi besar bagi kesuksesan beliau. Dan kesuksesan beliau ini tentu saja tidak lepas dari peran orang tuanya. Karena menurut putera asli Kertosono ini kesuksesan ini adalah berkat orang tuanya yang selalu memberi dukungan dan motivasi. Terutama ibunda beliau yang pernah memberikan kata-kata mutiara yaitu “ ora  et labora ( bekerja  dan berdo’a)”. Nah kata mutiara itulah yang sampai sekarang masih beliau kenang serta menjadi kunci kesuksesan beliau.

Sebagai kenang-kenangan untuk sekolah kita beliau memberikan sumbangan untuk perpustakaan yaitu sejumlah 250 judul buku yang sangat menarik ,dan termasuk buku-buku terbitan terbaru, khususnya cocok sekali untuk bacaan anak-anak SMA seperti kita (coba lihat di perpustakaan…..!!!!), juga lima buah laptop…… dan satu lagi, ada satu buah proyektor.

“Terima kasih Bapak atas hadiahnya…. kami berjanji akan memanfaatkannya semaksimal mungkin… dan membawa berkah”.

Dan satu lagi pesan beliau yang tak terlupakan, “Jangan pernah Anda hanya berada di belakang, tampilkan diri Anda, apalagi jika Anda punya kemampuan. Bagaimana orang akan mengetahui bila Anda tidak pernah menampakkan diri, apalagi mencoba menyampaikan ide-ide atau gagasan Anda ….!!!!

By Ahmad Setiawan (XII A1)


Category: Artikel Alumni