Yak, itulah lagu khas yang sudah tak asing lagi dan tentunya sangat berkesan bagi para peserta LDKS SMAN 1 KERTOSONO yang dilaksanakan tanggal 26-27 Oktober 2013 di WTC (Wonosalam Training Centre) kemarin. Tetapi tidak hanya lagu itu yang didapat, masih banyak hal-hal lain yang sangat berkesan dan pastinya berguna juga. Oh ya??

Seperti biasanya, LDKS SMAKER selalu mengesankan dan mening-galkan banyak pengalaman. Mulai dari tempat yang menyerupai tempat pe-latihan militer dan fasilitator yang berasal dari anggota marinir yang keras juga tegas, sampai permaianan yang dikemas untuk melatih kekompakan serta ketangkasan kita. Masak sihh??

Di hari pertama setelah sampai di WTC kami di sambut oleh pihak WTC dengan sangat terhormat dan setelah itu kami dibawa ke “Aula Kandang Sapi”. Kok Kandang Sapi?? Karena memang dulunya tempat itu kan-dang sapi, tapi sekarang sudah tidak dipakai sebagai kandang sapi lagi dan dijadikan aula. Nah, untuk mengenang masa-masa kandang sapinya, maka tempat itu dina-makan “Aula Kandang Sapi”.

Kegiatan yang pertama adalah upacara pem-bukaan. Dilanjutkan dengan beberapa pengenal-an lagu-lagu oleh fasilitator dan pembagian kelompok. Lanjut dengan materi kepe-mimpinan oleh Bapak Eko tentang apa itu pemimin, bagai-mana sikap pemim-pin, serta sifat dan perilaku yang harus ditunjukkan seba-gai seorang pemimpin.   Ternyata untuk menjadi seorang pemimpin kita harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara, mempelajari sesuatu lalu mengajarkannya (Learn-Do-Teach), harus memberi contoh dari pada menuntut orang lain meng-erjakannya, dan bersikap rendah hati terhadap siapapun. Wahh.. Kayaknya susah juga ya ja-di seorang pemimpin itu.. 😮

(Langsung ke malamnya) Ini yang dtunggu-tunggu. Kegiatan yang paling seram disbanding kegiatan lainnya, Jerit Malam, Hihihihi…Semua peserta langsung dibawa ke Lapangan Anjasmoro (Salah satu lapangan yang ada di sana). Semua peserta dibariskan kemudian masing-masing mata ditutup dengan setangan leher lalu tiarap di lapangan. Padahal semua pas  pakai baju yang bagus-bagus lho… Eh, disuruh tiarap, hihihi..

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 WIB. Satu persatu peserta diberangkatkan, berjalan sendirian di tengah hutan tanpa penerangan untuk menjalankan misi dari fasilitator. Tak sedikit yang ketakutan sampai menjerit fenomenal. Bahkan ada pingsan juga. Sampai akhirnya pukul 00.00 WIB lebih. Peserta terakhir berangkat. Memang menyeramkan, tapi semua peserta sangat terkesan dengan kegiatan ini. Itung-itung nambah keberanian. 😉

Keesokan harinya di hari kedua juga tak kalah seru, pagi-pagi buta kami sudah harus bangun untuk beribadah lalu berkumpul di Lapangan Anjasmoro untuk senam pagi (senam poco-poco). Setelah itu semua peserta diberi waktu untuk bersih diri. Dan selanjutnya kami dibawa ke Aula Kandang Sapi untuk sarapan pagi kemudian dilanjut dengan PBB lagi di lapagan Anjasmoro. Di sesi latihan kali ini ada salah satu hal yang tidak terduga lho, ketua osis periode 2012/2013, Ahmad Syalabi Mahmud, yang pada hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya, dikerjai secara habis-habisan sampai sukses membuat ketua osis periode 2012/2013 ini menangis terharu. 😀

Dan inilah kegiatan yang paling ditunggu tunggu, yaitu outbond, game dan flyingfox. Di momen ini banyak keseruan dan teriakan bahagia dari setiap peserta. Kerja sama antar peserta mulai terlihat dan kekompakan pun semakin erat. Tapi sayangnya itu adalah game yang terakhir. Huhuhuhu…

Sebagai penutup adalah makan bersama yang diwarnai dengan suatu kejadian yang tak terduga. Apa itu?? Tanya saja sama yang ikut LDKS 😉

Sebenarnya masih ada banyak pengalaman yang seru. Tetapi tidak mungkin kalau itu semua ditulis semua di sini.

Satu hal yang perlu diingat, untuk menjadi seorang calon pemimpin yang baik, jadilah “THE MAN ON TOP OF THE MOUNTAIN DIDN’T FALL THERE” yang bermakna “Seseorang yang sukses dan mencapai puncak atas kesuksesannya bukan dijatuhkan disana (puncak) melainkan mereka mendaki untuk mencapai kesuksesan tersebut”. Puitis bangett…

Kepemimpinan seseorang bertumbuh setiap hari. Mulai dari diri sendiri, lebih aktif bertindak daripada berbicara, dan menyadari proses perubahan setiap saat. Dan itu butuh waktu minimal 90 hari. Semoga LDKS 2 hari ini dapat mengawali 90 hari itu. Dan semoga LDKS kali ini bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggungjawab, dan berjiwa pemimpin yang baik untuk kedepannya. Aamiin…

Oleh: Wisnu Retno K.S.


Category: Berita

Tags: , ,